QRIS, struk, dan kenapa kasir harus tetap sederhana

Setahun mendesain kaasir.id mengajari kami satu hal: setiap tombol baru harus melalui ujian "apakah ibu warung butuh ini?"

Mudah sekali menambah fitur. Yang sulit adalah menolaknya.

Selama setahun terakhir membangun kaasir.id, kami menolak lebih banyak ide daripada yang kami kerjakan. Bukan karena idenya buruk — banyak yang bagus. Tapi karena setiap tombol baru adalah satu hal lagi yang harus dipelajari kasir warung yang baru kerja kemarin.

Ujian “ibu warung”

Setiap usulan fitur kami uji dengan satu pertanyaan sederhana:

Apakah ibu pemilik warung benar-benar butuh ini saat sedang ramai pembeli?

Kalau jawabannya ragu-ragu, fitur itu kami tunda. Layar kasir harus bisa dipakai sambil menggoreng, sambil melayani, sambil menjawab pertanyaan anak. Tidak ada ruang untuk menu yang berlapis-lapis.

Sederhana itu pilihan, bukan keterbatasan

Tiga hal yang kami pastikan selalu satu ketukan:

  1. Catat transaksi tunai atau QRIS.
  2. Cetak struk.
  3. Lihat total hari ini.

Sisanya boleh ada, tapi tidak boleh menghalangi tiga itu. Kesederhanaan bukan tanda produk kami belum jadi — itu memang tujuannya.

Kembali ke Jurnal tumbuh perlahan, hidup seribu tahun