Kenapa kami menolak burning money

Sebuah catatan tentang pilihan tumbuh perlahan — dan kenapa pertumbuhan yang berakar selalu kalah cepat, tapi tidak pernah kalah lama.

Ada satu pertanyaan yang sering kami dapat dari investor: “Kenapa kalian tidak bakar uang dulu untuk menang pasar, baru cari untung belakangan?”

Jawaban kami selalu sama. Karena kami tidak sedang lomba lari cepat. Kami sedang menanam pohon.

Cepat itu mahal, bukan cuma soal uang

Pertumbuhan yang dipaksa dengan diskon dan iklan memang terlihat indah di grafik. Tapi pelanggan yang datang karena murah akan pergi saat ada yang lebih murah. Mereka tidak pernah benar-benar milik kita.

Kami lebih memilih pertumbuhan yang lambat tapi lengket:

  • Pelanggan datang karena diceritakan tetangganya.
  • Mereka bertahan karena produknya memang membantu.
  • Mereka bercerita lagi ke orang lain.

Lingkaran itu kecil, tapi ia berputar terus tanpa kami harus terus menyiramnya dengan uang.

Earn rate, bukan burn rate

Setiap rupiah yang masuk ke ooiya berasal dari pemilik usaha yang puas — bukan dari putaran pendanaan berikutnya. Itu membuat kami tidur lebih nyenyak, dan membuat keputusan kami lebih jujur.

Kami tahu ini bukan jalan tercepat. Tapi pohon yang tumbuh perlahan justru yang paling sulit ditumbangkan.

Kembali ke Jurnal tumbuh perlahan, hidup seribu tahun