Pak Hadi, 12 tahun di satu warkop
Pelajaran tentang konsistensi, pelanggan setia, dan kenapa sebuah warung kopi kecil di Yogya bisa lebih tangguh dari startup.
Warkop Pak Hadi tidak punya papan nama yang mencolok. Hanya meja kayu, termos besar, dan kursi plastik yang sudah memudar warnanya. Tapi setiap pagi, kursi itu penuh.
Saya datang untuk wawancara setengah jam. Saya pulang empat jam kemudian.
Yang tidak berubah dalam 12 tahun
Pak Hadi mulai berjualan tahun 2014. Sejak itu, menu utamanya tidak banyak berubah: kopi tubruk, teh, indomie, dan gorengan. Yang berubah hanya satu — sekarang ada stiker QRIS kecil di samping termos.
“Dulu saya takut yang beginian,” katanya sambil menunjuk stiker itu. “Ternyata gampang. Anak muda bayar pakai HP, saya tetap lihat masuk di layar.”
Tangguh karena dekat
Yang membuat warkop ini bertahan bukan teknologi. Ini soal kedekatan. Pak Hadi hafal pesanan langganannya, tahu siapa yang sedang susah, dan kapan harus memberi utang.
Teknologi yang baik untuk usaha seperti ini bukan yang menggantikan kedekatan itu — tapi yang menjaganya tetap mungkin. Itulah yang kami coba ingat setiap kali membangun kaasir.id.